Senin, 10 Desember 2012

Belajar Politik Dari Yang Sederhana


Politik memang sulit ditebak alur perjalanannya, bagaimana tidak? karena politik penuh dengan tipu daya muslihat, kalau di ibaratkan politik itu bagai permainan catur, ketika papan catur terlihat warna putih masih lengkap dengan kekuatan bala tentaranya, sedangkan warna hitam tinggal sedikit bala tentaranya dibanding warna putih, tetapi ternyata dalam kondisi tertentu warna hitam, walau hanya sedikit bala tentaranya mampu mengalahkan warna putih dengan skak mat. Inilah bentuk permainan catur dengan kekuatan yang sangat lemah sekalipun mampu mengalahkan kekuatan yang dianggap masih lengkap dengan bala tentaranya.

Ketika membicarakan politik membutuhkan strategi khusus, apalagi politik tak mengenal lawan maupun kawan sejati, maka jangan heran disaat melihat para politisi hari ini bermusuhan, tetapi besok atau waktu yang akan datang malah menjadi kawan dekatnya. Semua itu tak lepas dari eksistensi politik, bahwa dikatakan lawan maupun kawan politik, dikarenakan perbedaan atau persamaan kepentingan, inilah faktor utama penentu dikatakan lawan atau kawan dalam peta perpolitikan.

Belajar dari berbagai politik yang terlihat sederhana, maka akan mendapatkan pelajaran berharga tentang makna politik sesungguhnya, untuk memberikan sebuah gambaran tentang politik itu sendiri. Sehingga jangan heran politik penuh dengan intrik, dan sulit dicari arah jalan langkah perpolitikan secara datar, karena terkadang para politisi itu lupa, bahwa tak ada lawan maupun kawan sejati dalam peta perpolitikan dibelahan bumi.

Inilah perjalanan sejarah yang dapat dijadikan contoh: dalam peta perpolitikan, bahwa bangsa Indonesia pada awalnya bersatu padu mengusir penjajahan, tetapi disaat sudah mendapatkan kemerdekaan, ternyata para tokoh kemerdekaan saling cakar-mencakar, untuk memperebutkan kursi kekuasaan, begitu juga masa reformasi pada awalnya bersatu padu menggulingkan penguasa yang dianggap diktator, tetapi pada tahap selanjutnya para tokoh refomasi ini saling jatuh-menjatuhkan antara satu dengan lainnya, untuk memperebukan singgasana kekuasaan. Berangkat dari perjalanan sejarah inilah dapat menjadi sebuah pembelajaran politik, bahwa politik sulit menemukan lawan maupun kawan sejati. karena semua terus berubah sejalan dengan situasi dan kondisi peta perpolitikan.

Dengan belajar dari politik yang sederhana diharapkan mampu membaca alur perjalanan sebuah peta perpolitikan, agar dalam memasuki wilayah perpolitikan tidak mengalami kehancuran dalam diri para politisi, maka belajar dari pengalaman para politisi terdahulu sangat dibutuhkan, untuk menyusun langkah-langkah politik selanjutnya.

Keberadaan arus gelombang politik memang sangat sulit dihentikan, tetapi paling tidak disaat terjadi arus gelombang politik yang tak terkendalikan, para politisi harus mampu membaca peta politik sesungguhnya, dan akhirnya mampu menemukan langkah-langkah untuk menghadapi gelombang politik, bahkan mampu menaklukkan gelombang politik, karena itulah para politisi harus mampu membaca kondisi dan keadaan yang terjadi.

Berangkat dari tulisan sederhana diatas, para politisi dituntut belajar politik yang paling sederhana sebagai awal mula menuju politik yang lebih rumit lagi dalam menghadapi peta perpolitikan yang semakin semrawut dalam menentukan arah maupun langkah, untuk mengambil sebuah kebijakan dalam mengarungi peta perpolitikan sesungguhnya.

Dari proses pembelajaran peta perpolitikan yang sederhana, mulai dari lingkungan diri sendiri sampai menuju politik ditingkat Nasional maupun Internasional, paling tidak ada sebuah harapan dengan berusaha belajar politik dari dasar yang paling sederhana, dan pada akhirnya mampu menguasai poltik yang lebih rumit lagi, bahkan tidak hanya sebatas permainan papan catur yang terdiri dari bidak-bidak yang siap bertarung dalam mengambil langkah menang atau kalah, namun lebih jauh lagi dengan proses pembelajaran yang paling sederhana, selanjutnya mampu menguasai politik secara universal dan global ditingkat yang lebih tinggi lagi.

Semoga Allah SWT memberikan keluasan ilmu kepada para politisi, untuk membangun bangsa yang lebih beradab dan berakhlakul karimah, agar terwujud sebuah bangsa berjiwa kejujuran dan mempunyai tanggung jawab moral yang lebih baik lagi dari sebelumnya, Amiin.......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Minggu, 09 Desember 2012

Kebangkitan Islam di Pilpres 2014




Pilpres 2014 semakin dekat hadir ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, mulai dari pelosok desa sampai ujung pusat kota, sudah mulai membicarakan berbagai calon presiden yang pantas maju di Pilpres 2014.

Nama-nama sang calon yang muncul di Pilpres 2014 tak lepas dari berbagai kalangan maupun profesi, baik dari pengusaha, tentara, artis,  politisi, akademisi, dan lain sebagainya. 

Pertarungan di Pilpres 2014 merupakan sebuah pintu gerbang kebangkitan Islam dalam memberikan suntikan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk terus membangun disegala aspek kehidupan, baik dari aspek ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, akhlak, keamanan, hukum, dan berbagai aspek lainnya.

Islam dalam Pilpres 2014 menjadi sebuah ruh kehidupan, untuk mewujudkan sebuah nilai-nilai dari pengejawantahan hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam, dan juga hubungan manusia dengan sang maha khalik, agar bangsa Indonesia dapat menjadi sebuah suri tauladan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara diseluruh belahan bumi.

Kerja keras umat muslim di Pilpres 2014 membutuhkan semangat daya juang dengan mengedepankan kemaslahatan secara kafah, untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan ditengah-tengah realita kehidupan, agar mampu meninggikan harkat dan martabat bagi umat muslim secara universal.

Membangun bangsa dan negara membutuhkan sebuah kerja keras yang bertanggung jawab penuh, agar bangsa dan negara kembali mampu berdiri tegak di alam Nusantara raya dari Sabang sampai Merauke, semua tak lepas dari menggali paradigma khazanah ke-Islaman yang tersurat maupun tersirat.

Kebangkitan Islam di Pilpres 2014 sudah semestinya dilakukan, untuk mewujudkan kemandirian bangsa, agar bangsa Indonesia tidak terjebak dalam lubang penyimpangan, baik penyimpangan kekayaan negara maupun penyimpangan moral bangsa.

Dengan adanya Pilpres 2014 mendatang dapat dijadikan salah salah satu momentum kebangkitan Islam, untuk terus menjadi pemacu kebangkitan Islam yang lebih luas lagi, agar dapat membangun sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tujuan dapat mewujudkan kemerdekaan bangsa yang seutuhnya, bukan kemerdekaan bangsa yang hanya sebatas gincu belaka.

Semoga Allah SWT memberikan ketabahan dan daya juang kepada umat muslim, untuk menghadapi perhelatan akbar di Pilpres 2014 mendatang, agar kebangkitan Islam menjadi sumbu perubahan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam menatap masa depan yang lebih baik lagi, Amiin...

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Jumat, 07 Desember 2012

Kejahatan Vs Kebaikan


Kejahatan sering disimbolkan sebuah tindakan berangkat dari kekuatan Iblis, sedangkan kebaikan disimbolkan dari sebuah tindakan yang berakar pada kekuatan Malaikat. Sehingga Iblis dan Malaikat mempunyai sisi yang berbeda dalam pemahaman tentang makna kejahatan maupun makna kebaikan, karena berangkat dari sinilah, ketika menghadapi sebuah tindak kejahatan maupun kebaikan tak jarang disimbolkan dengan istilah "Iblis atau Malaikat" dalam mempersepsikan sebuah tindakan yang terjadi.

Perilaku kejahatan ketika terorganasir mampu menjadi sebuah kekuatan yang mempunyai kedahsyatan yang menakjubkan, bahkan kejahatan yang terorganisir dapat mengalahkan sebuah tindakan dalam bentuk kebaikan, apabila bentuk tindakan kebaikan tidak terorganisir secara rapi. Mengingat segala sesuatu yang terorganisir akan mampu mengalahkan yang tidak terorganisir, kalau di ibaratkan ada sebuah lidi yang berjumlah satu akan mudah dipatahkan, tetapi kalau lidi dari satu biji digabung dengan lidi satunya, dan digabung lagi dengan lidi lainnya. Sehingga terkumpul dengan jumlah banyak lidi, bahkan menjadi sebuah gabungan lidi yang membentuk satu kesatuan yang besar, maka yang terjadi lidi akan sulit dipatahkan.

Dari istilah gabungan lidi dapat diartikan sebuah kekuatan yang terorganisir akan sulit dipatahkan, kalau dibandingkan hanya dengan sebatas satu lidi, karena kalau hanya sebatas satu lidi tanpa ada lidi lainnya, berarti sama dengan ada sebuah bentuk yang tidak terorganisir antar satu lidi dengan lidi lainnya. Sehingga yang terjadi lidi yang hanya berjumlah satu akan mudah dipatahkan, apabila dibandingkan dengan gabungan dari beberapa lidi.

Melihat segala sesuatu yang terorganisir akan mampu menjadikan sebuah kekuatan yang punya nilai kedahsyatan, begitu juga apabila kejahatan terbentuk dengan istilah "terorganisir", maka yang terjadi tindakan sebuah kebaikan mampu dipatahkan dengan kejahatan, karena kebaikan tidak mempunyai kekuatan yang terorganisir dalam memainkan sebuah peran tentang pertarungan.

Perang kejahatan dengan kebaikan merupakan sebuah bentuk pertarungan simbol. Sehingga dengan segala cara nilai kejahatan akan terus menghantui sebuah nilai kebaikan, karena antara kejahatan dengan kebaikan terjadi sebuah kontradiktif, baik dalam bentuk penilaian maupun dalam bentuk makna sesungguhnya. Mengingat kejahatan merupakan sebuah tindakan yang dianggap tidak terpuji, sedangkan kebaikan merupakan sebuah nilai positif, untuk membangun sebuah makna dengan istilah "tindakan mulia dan terpuji".

Kejahatan Vs Kebaikan merupakan sebuah nilai yang sangat berbeda, tetapi walau dua kata antara kejahatan dengan kebaikan mempunyai nilai yang tidak sama, namun pada substansinya nilai kebaikan mengarah menuju sebuah nilai dalam bentuk kemuliaan, sedangkan kejahatan mengarah menuju sebuah nilai yang tercela ditengah-tengah norma-norma kehidupan.

Kalau melihat dari nilai kejahatan dengan kebaikan, maka sebuah nilai kebaikan sudah semestinya mampu menjadi kekuatan yang mengandung sebuah gerakan yang terorganisir, agar kebaikan mampu mengalahkan dari berbagai sumber kejahatan, baik dalam bentuk yang tidak terorganisir maupun dalam bentuk yang terorganisir sekalipun, tentu semua membutuhkan semangat daya juang yang tinggi, untuk membangun kekuatan yang bertumpu pada nilai kebaikan.

Semoga Allah SWT memberikan kebaikan kepada kami semua, untuk mengamalkan segala ajaran suci dari-NYA, agar kami menjadi golongan yang beruntung dalam kehidupan didunia maupun dalam kehidupan diakhirat kelak, Amiin.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Kamis, 06 Desember 2012

Politik Kesabaran





Bermain politik membutuhkan sikap kesabaran saat menghadapi beragam problematika yang datang maupun pergi, agar dalam berpolitik mampu mengolah permainan secara cantik. Sehingga dalam berpolitik dapat memenangkan sebuah percaturan politik yang terjadi ditengah-tengah intrik maupun tipu daya. Mengingat intrik maupun tipu daya begitu kuat dalam kancah perpolitikan yang terus bergulir dari masa-kemasa.

Kesabaran dalam bermain politik sangat diperlukan dalam menyusun strategi, agar strategi tidak mengalami kebuntuan dalam permainan sebuah perpolitikan. Maka para politisi yang sedang bermain politik sudah semestinya mampu menahan syahwat perut maupun kemaluan, agar dalam menyusun strategi tidak terganggu olah pikir syahwat semata, tetapi para politisi harus lebih mengutamakan kepentingan politik yang menjadi sebuah tujuan dalam memainkan sebuah peta perpolitikan.

Seorang politisi harus sabar ketika menghadapi musibah, baik musibah dalam bentuk bencana alam maupun musibah dalam bentuk intrik negatif yang dilancarkan dari lawan politik. Sehingga para politisi menjadi seorang yang tahan uji dengan berbagai musibah yang datang menerpa ditengah-tengah realita kehidupan perpolitikan.

Mengendalikan nafsu bagi seorang politisi sangat dibutuhkan. Karena kalau nafsu tak dapat dikendalikan yang muncul adalah keserakahan, kalau keserakahan tak dapat dibendung dalam diri seorang politisi, maka yang terjadi kekuatan politik akan semakin berkurang, dan masyarakat tidak percaya lagi terhadap tipe seorang politisi yang penuh dengan keserakahan. Sehingga tak jarang mendengar politisi jatuh maupun dijatuhkan gara-gara permasalahan keserakahan, apalagi keserakahan dekat dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Kesabaran para politisi dalam bermain politik sudah seharusnya dilakukan disegala arah, agar mencapai sebuah tujuan secara maksimal, baik pada masa peperangan fisik maupun peperangan psikis. Maka semua dibutuhkan kesabaran disertai keberanian dalam menahan rasa sakit fisik maupun psikis, untuk mencapai sebuah tujuan kemenangan saat terjadi peperangan dikancah perpolitikan.

Menahan rasa marah sangat diperlukan bagi seorang politisi, agar emosional dapat terkendali dalam bermain percaturan politik. Mengingat ketika emosional tidak dapat dikendalikan, maka yang terjadi konsentrasi pikiran akan menghadapi kerancuan, untuk itulah menahan emosional sangat dibutuhkan dengan penuh kesabaran, agar keberhasilan semakin dekat dalam pertarungan sebuah permainan politik.

Seorang politisi juga membutuhkan kesabaran saat menjaga perkataan yang dianggap rahasia. Karena menyimpan perkataan yang dianggap rahasia sangat diperlukan, agar lawan politik tidak tahu rahasia yang ada dalam pikiran maupun hati dari seseorang yang sedang menyusun strategi politik. Mengingat perkataan yang mengandung rahasia sangat berbahaya, apabila sampai mengalami kebocoran dikhalayak umum.

Bersikap zuhud dapat dijadikan salah satu perilaku para politisi, untuk menghadapi segala permasalahan keduniawian, agar para politisi tidak mengalami kegundahan, apalagi berlebihan dalam memikirkan keduniawian yang menyesatkan. Sehingga dengan zuhud dapat dijadikan langkah kesabaran dalam melakukan beragam aksi maupun reaksi, agar mendapatkan ketenangan dalam memainkan seni perpolitikan.

Dari beragam uraian diatas tentang politik kesabaran, semua butuh sebuah proses dalam menumbuh-kembangkan permainan politik. Karena politik kesabaran dapat dijadikan langkah memenangkan politik dengan proses ketenangan yang penuh kelemah lembutan, namun kuat saat menghadapi beragam serangan yang menerpa disetiap permasalahan politik yang datang maupun pergi.

Kesabaran berpolitik sangat dibutuhkan bagi seseorang yang ingin memenangkan perpolitikan dengan cara elegan, dan jitu dalam memainkan strategi pertarungan politik, baik politik ditingkat lokal maupun politik ditingkat Internasional.

Semoga Allah SWT memberikan kesabaran kepada kami, untuk melakukan berbagai aksi maupun reaksi ditengah-tengah realita kehidupan, agar bentuk kemenangan maupun bentuk kekalahan kami dalam membangun sebuah perpolitikan yang sehat mendapatkan ridha dari-NYA, Amiin.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Menentukan Kawan, Lawan Dalam Peta Perpolitikan


Kawan maupun lawan sulit diraba dalam percaturan peta perpolitikan, apalagi melihat peta politik yang terus berubah dari kurun waktu-kewaktu. Sehingga peta politik dari masa-kemasa sembilan puluh derajat mengalami rotasi perubahan dalam realita kehidupan masyarakat secara luas. Mengingat peta politik penuh dengan intrik maupun tipu daya yang menyesatkan disaat belum siap bermain di alam perpolitikan.

Peta politik memang penuh intrik maupun tipu daya, tetapi politik bagian dari seni peran, apabila mampu berperan penuh dengan meyakinkan bagi khalayak umum, untuk bermain politik sesuai dengan naluri maupun emosi yang sesuai dengan keinginan masyarakat luas Maka keuntungan akan didapat bagi mereka yang mampu mengambil hati masyarakat pada umumnya. Sehingga dukungan mengalir deras disaat mereka mampu memainkan peran politik sesuai dengan kehendak para pemain.

Politik butuh spirit dalam menjual sebuah gagasan, baik berupa gagasan dalam bentuk sosial, ekonomi, pendidikan, kepercayaan, kesehatan atau dalam bentuk spirit lain, agar dalam menjual sebuah gagasan dapat diterima ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat secara luas.

Bermain dalam peta percaturan politik ditengah-tengah realita kehidupan membutuhkan sebuah cara pandang yang mampu menggerakkan secara positif, baik bagi lawan politik maupun bagi kawan politik, agar lawan segan sebelum bertarung dalam menyusun strategi perpolitikan, sedangkan kawan semakin percaya terhadap kinerja antar kawan politik.

Membedakan kawan maupun lawan sangat sulit ditebak dalam peta pertarungan politik. Karena dalam peta politik tidak ada kawan maupun lawan sejati. Sehingga kawan maupun lawan terlihat abstrak dalam peta perpolitikan, tetapi satu hal yang menjadi pokok mendasar dalam menentukan kawan maupun lawan peta perpolitikan, ketika sama-sama satu kepentingan, berarti itu dapat dikatakan sebuah kawan politik, tetapi kalau berseberangan kepentingan dalam sebuah peta percaturan politik, berarti itu dapat dikatakan lawan politik. Sehingga kawan maupun lawan dalam peta percaturan politik tidak ada kata yang abadi. Karena kepentingan dalam peta politik terus berubah sesuai dengan kondisi dan situasi peta perpolitikan.

Menentukan kawan maupun lawan dalam peta perpolitikan membutuhkan strategi yang tepat, berupa strategi  konflik atau strategi lainnya, agar kawan maupun lawan sulit menebak arah peta politik yang dimainkan bagi para pemain percaturan perpolitikan. 

Menentukan kawan, lawan dalam peta perpolitikan tak lepas berdasarkan dari sebuah kepentingan, baik kepentingan dalam bentuk visi maupun misi, untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang diusung dalam sebuah kepentingan. Sehingga menghasilkan visi misi bersama dalam mengemban sebuah tugas, untuk mewujudkan kemenangan sebuah peta percaturan politik yang sesuai dengan keinginan dari kawan-kawan politik, dan tentunya berusaha mematahkan semaksimal mungkin kepentingan lawan-lawan politik, agar kemenangan politik semakin dekat dalam sebuah peta pertarungan perpolitikan.

Semoga Allah SWT memberikan kemenangan bagi para politisi yang mempunyai sifat kejujuran, ketegasan, keberanian, untuk mengambil sikap demi kepentingan yang lebih luas ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, Amiin....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Rabu, 05 Desember 2012

Kursi Panas Istana Negara




Impian dari berbagai anak bangsa, untuk duduk dikursi panas istana negara, bukanlah hal baru dalam bangunan sebuah negara dimuka bumi, apalagi negara sebesar bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke. Sehingga banyak dari berbagai kalangan maupun profesi, baik dari Artis, Akademisi, Politisi, Tentara, Pengusaha, dan berbagai profesi lainnya, untuk berlomba-lomba menduduki jabatan tertinggi dalam lingkaran istana negara.

Sejak zaman dahulu kala banyak catatan sejarah tentang kekuasaan tak lepas dari sebuah air mata dan darah. Mengingat kursi kekuasaan merupakan sebuah perwujudan harga diri disetiap detak jantung manusia, untuk berusaha sekuat tenaga, agar menjadi manusia yang punya hasrat keberanian dalam mengambil sebuah tampuk kekuasaan, baik melalui jalan elegan maupun melalui jalan belakang yang jauh dari norma-norma kehidupan.

Kursi istana negara menjadi rebutan para bangsawan maupun golongan masyarakat lain, untuk terus berlomba-lomba dengan menyusun strategi dalam meraih keberhasilan menggapai kursi istana negara, apalagi kursi istana negara terlihat megah dari luar maupun dalam, maka mereka yang menginginkan kursi istana negara semakin banyak yang datang dari berbagai arus kehidupan masyarakat secara luas.

Pertarungan perebutan kursi panas istana negara menjadi sebuah tontonan menarik. Mengingat berbagai strategi muncul dengan kekuatan daya upaya dalam meraup sebuah keuntungan, untuk menduduki kursi panas istana negara. Karena kursi panas istana negara begitu menggoda disetiap mata memandang. Sehingga menimbulkan sebagian manusia berhasrat, untuk menginginkan duduk dikursi panas singgasana istana negara.

Kekuasaan lingkaran istana menjadi sebuah impian anak bangsa yang ingin duduk dikursi istana negara, maka dengan berbagai strategi berusaha duduk dikursi singgasana yang menjadi impian berbagai kalangan maupun profesi para pemimpi istana negara, maka tak ada jalan lain, selain melakukan rekonstruksi di segala aspek kehidupan, agar mampu mewujudkan impian duduk dikursi istana negara.

Kursi panas istana negara menjadi sebuah simbol besar pertarungan adu strategi para politisi, untuk menggapai kemenangan dalam bermain politik dikancah sebuah bangunan kebangsaan, agar mampu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan bersahaja, semua tak lepas dari sebuah spirit daya juang yang tangguh, berani dalam mengambil sebuah sikap yang tepat.

Meraih kursi istana negara dibutuhkan modal kejujuran, keikhlasan, ketulusan, semangat, dan keberanian, untuk mengambil sikap yang penuh tanggung jawab tinggi disetiap melakukan berbagai aksi maupun reaksi. Maka semua membutuhkan sebuah kerja keras dan belajar dalam segala hal, agar mampu mencapai sebuah kesempurnaan dalam berpikir sebagai manusia yang arif dan bijaksana.

Panas dingin duduk dikursi istana negara, pastinya akan menghadapi berbagai goyangan lawan politis kanan maupun kiri, dan apabila tak sanggup menghadapi goyangan, maka sudah dapat dipastikan kursi singgasana istana negara akan direbut oleh lawan maupun kawan yang mengantri, untuk duduk manis dikursi panas istana negara.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan berkah kepada para pemimpin negeri, untuk terus berjuang melakukan perbaikan disegala aspek kehidupan, agar tercipta sebuah bangunan masyarakat yang adil, makmur, dan bersahaja, Amiin...

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........

Selasa, 04 Desember 2012

Menatap "Pilpres 2014"


Bangsa Indonesia pada tahun 2014 mempunyai hajat besar dengan mengadakan pemilu sebagai proses menuju sebuah tatanan demokrasi, untuk membangun sebuah kekuatan yang besar ditengah-tengah realita kehidupan berbangsa dan bernegara, tentu dengan tujuan mencari sosok pemimpin yang sanggup memimpin roda pemerintahan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat yang lebih luas lagi.

Perjalanan bangsa Indonesia dalam mencari sosok pemimpin melalui pemilihan langsung dapat dijadikan sebuah tonggak demokrasi terbesar dibelahan bumi. Sehingga wajar bangsa Indonesia menjadi sorotan berbagai belahan bangsa-bangsa didunia dalam melakukan sebuah proses demokrasi yang mengarah pada tatanan kemasyarakatan yang lebih ideal, untuk membangun sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demokrasi merupakan sebuah proses dalam mencapai mufakat, untuk mencari sosok pemimpin yang dipilih masyarakat secara luas. Sehingga kehidupan demokrasi dibutuhkan paradigma pemikiran yang lebih mengedepankan kepentingan secara universal dibanding kepentingan individu maupun kelompok semata, agar dalam proses demokrasi mampu berjalan seiring dengan nafas kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi.

Menggapai demokrasi dengan mengedepankan kesejahteraan, kemakmuran, kesetaraan, dan keadilan bagi seluruh masyarakat bangsa Indonesia, semua dibutuhkan sebuah proses yang tepat, untuk meraih kehidupan yang lebih baik lagi, maka tak lepas dari niat suci, ikhlas, dan tulus dari para pemimpin negeri, untuk mengemban amanah dalam menjalankan roda pemerintahan, agar tercipta sebuah tatanan realita kehidupan yang sesuai dengan keinginan masyarakat bangsa Indonesia.

Pilpres 2014 yang akan datang dibutuhkan sosok pemimpin yang mempunyai daya juang dalam mengemban amanah masyarakat, untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang lebih beradab dan berakhlakul karimah ditengah-tengah realita kehidupan masyarakat, agar bangsa Indonesia mampu menjadi suri tauladan bangsa-bangsa didunia dalam membangun sebuah daya kekuatan disegala aspek kehidupan, tentu semua  tak lepas dari  spirit yang kuat dalam menghadapi segala problematika kehidupan.

Menatap Pilpres 2014 merupakan sebuah realitas dalam membangun sebuah demokrasi kebangsaan, agar bangsa Indonesia mampu memilih sosok pemimpin yang menjadi dambaan masyarakat, untuk mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan, kesetaraan, dan keadilan dinegeri tercinta Indonesia.

Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik kepada masyarakat bangsa Indonesia, untuk memilih sosok pemimpin yang tulus, ikhlas, dan bertangguh jawab penuh dalam memimpin sebuah bangsa dan negara yang terpampang dari Sabang sampai Merauke, Amiin....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........